..:: Blog-Nyo MangOeni ::..

Ada Cerita, Ada Berita, Ada Tulisan, ada-ada aja…

Riwayat Hidup H. M. Soeharto

with 11 comments

Mantan Presiden RI ke 2 HM. Soeharto

Nama : HM. Soeharto

Tempat/ Tanggal Lahir :
Kemusuk, Argomulyo, Godean Yogyakarta, 08 Juni 1921
Agama : Islam
Alamat Rumah : Jalan Cendana 8, Menteng Jakarta Pusat

Keluarga

Orangtua :
Kertosoediro (Alm) & Sukirah (Alm)

Istri : Siti Hartinah (Alm)

Anak

1. Siti Hardijanti Hastuti
2. Sigit Harjojudanto
3. Bambang Trihatmodjo
4. Siti Hediati Harijadi
5. Hutomo Mandala Putra
6. Siti Hutami Endang Adiningsih

  Riwayat Pendidikan

  • SD di Tiwir, Yogyakarta, Wuryantoro dan Solo (1929-1934)
  • SMP dan Sekolah Agama, Wonogiri dan Yogyakarta (1935-1939)
  • Masuk KNIL dan Mengikuti Pendidikan Dasar Militer di Gombong, Jateng (1 Juni 1940).
  • Sekolah Kader di Gombong (2 Desember 1940)
  • Masuk Kepolisian Jepang Keibuho (Mei 1943)
  • SSKAD, Bandung (1959-1960)

Karier

  • Menjadi Shodanco (Komandan Peleton) PETA di Yogyakarta (8 Oktober 1943)
  • Menjadi Cudanco (Komandan Kompi) PETA setelah Mengikuti Pendidikan (1944)
  • Kembali ke Yogya dan Membentuk Barisan Keamanan Rakyat (Agustus 1945)
  • Dan Yon Brigade (1945 – 1950)
  • Komandan Brigade Pragola Sub Teritorium IV Jawa Tengah (1953)
  • Komandan Resimen Infanteri 15 (1953)
  • Kepala Staf Teritorium IV Divisi Diponegoro (1956)
  • Deputi I Kasad (1960)
  • Ketua Komite Ad Hoc Retooling TNI – AD (1960)
  • Atase Militer RI di Beograd, Paris dan Bonn (1961)
  • Panglima Mandala Pembebasan Irian Barat (1962)
  • Panglima Kostrad (1963 – 1965)
  • Pimpinan Sementara TNI – AD (1965)
  • Panglima TNI – AD (1966)
  • Ketua Presidium Kabinet Ampera (1966)
  • Pejabat Presiden RI (1967)
  • Presiden RI Hasil SU MPR (TAP MPRS No. XLIV/MPRS/1968 Masa Jabatan Pertama)
  • Merangkap Jabatan Menteri Pertahanan dan Keamanan (6 Juni 1968)
  • Terpilih Kembali Sebagai Presiden RI (TAP MPR No. IX/1973 Masa Jabatan ke-Dua)
  • Terpilih Kembali Sebagai Presiden RI (TAP MPR No. X/1978 Masa Jabatan ke-Tiga)
  • Terpilih Kembali Sebagai Presiden RI oleh SU MPR (TAP MPR No. VI/MPR 1983 Masa Jabatan ke-Empat)
  • Terpilih Kembali sebagai Presiden RI pada 10 Maret 1988 Masa Jabatan ke-Lima.
  • Ketua Gerakan KTT Non Blok (GNB) (1992-1995)
  • Terpilih Kembali sebagai Presiden RI oleh SU MPR pada 11 Maret 1993 Masa Jabatan ke-Enam.
  • Ketua Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bogor
  • Terpilih Kembali sebagai Presiden RI untuk masa bakti 1998-2003 Masa Jabatan ke-Tujuh (namun mengundurkan diri pada 21 Mei 1998).

Penghargaan

  • Bintang RI Klas I
  • Bintang Mahaputra Klas I
  • Bintang Jasa Klas I
  • Bintang Dharma
  • Bintang Sakti
  • Bintang Gerilya
  • Bintang Sewindu APRI
  • Bintang Kartika Eka Paksi Klas I
  • Bintang Jalasena Klas I
  • Bintang Garuda
  • Bintang Swa Buana Paksi Klas I
  • Bintang Bhayangkara Klas I
  • Satya Lencana Teladan
  • Satya Lencana Kesetiaan
  • Satya Lencana Perang Kemerdekaan I
  • Satya Lencana Perang Kemerdekaan II
  • G.O.M. I
  • G.O.M. II
  • G.O.M. III
  • G.O.M. IV
  • Satya Lencana Satya Dharma
  • Satya Lencana Wira Dharma
  • Satya Lencana Penegak
  • Bintang Yuda Dharma Klas I
  • The Raja of The Order of Sikatuna (Filipina)
  • Grand Collier of The Order of Sheba (Ethiopia)
  • Grand Collier de L’Order National de L’independence (Kamboja)
  • The Most Auspicious Order of The Rajamitrabhorn (Thailand)
  • Darjah Utama Seri Mahkota Negara (DMN) (Malaysia)
  • Order Van de Nederlandse Leeuw (Belanda)
  • Sounderstute des Grosskreuzes (Special order of the Grand Cross), Jerman
  • Grand Cordone (Italia)
  • Grand Gordon Order de Leopold (Belgia)
  • Grand Croiix de Legion 1 honneur (Prancis)
  • Groos Stern des Ehren Zeichens Feur Verdienste um die Republik Qesterreich (Austria)
  • Tanda penghargaan Yugoslavia
  • Satya Lencana Pahlavi (Iran)
  • Grand Cordon of the Supreme Order of the Chrysanthemum (Jepang)
  • Bapak Pembangunan RI
  • Bintang Kehormatan Moogunghwa dari gerakan kepanduan Korea Selatan (1 Juli 1986)
  • Penghargaan Medali Emas FAO (21 Juli 1986)
  • Penghargaan Kependudukan PBB (United Nations Population Award – UNPA) (8 Juni 1989)
  • Medali emas Uniesco Avicenna (Pendidikan) (19 Juni 1993).

Written by mangoeni

Januari 29, 2008 pada 2:31 am

Ditulis dalam Berita, Tahukah Anda, Tulisan

Ditandai dengan , ,

11 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kenapa dalam riwayat hidup Soeharto ini tidak dicantumkan kejadian pada akhir tahun 50-an, ketika sebagai Pandam Diponegoro dia “diskors” secara halus oleh AH Nasution dengan cara diharuskan mengikuti SESKOAD di Bandung?

    Hukuman itu dimaksudkan agar Sopeharto kembali ke jalan yang benar sebagai prajurit TNI.

    Apa sih kesalahan Soeharto sampai dijewer oleh Nasution? Berdagang beras dan menyelundupkan gula ke Singapura!

    ————

    @ Robert Manurung

    Benar sekali Bung Robert, pada saat itu beliau (Suharto) dikenal sebagai sponsor penyelundupan dan berbagai tindak pelanggaran ekonomi lain dengan dalih untuk kesejahteraan anak buahnya. Suharto membentuk geng dengan sejumlah pengusaha seperti Lim Siu Liong, Bob Hasan, dan Tek Kiong, konon masih saudara tirinya. Dalam hubungan ini Kolonel Suharto dibantu oleh Letkol Munadi, Mayor Yoga Sugomo, dan Mayor Sujono Humardani. Komplotan bisnis ini telah bertindak jauh antara lain dengan menjual 200 truk AD selundupan kepada Tek Kiong.

    Persoalannya dilaporkan kepada Letkol Pranoto Reksosamudro yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Staf Diponegoro, bawahan Suharto. Maka MBAD membentuk suatu tim pemeriksa yang diketuai Mayjen Suprapto dengan anggota S Parman, MT Haryono, dan Sutoyo. Langkah ini diikuti oleh surat perintah Jenderal Nasution kepada Jaksa Agung Sutarjo dalam rangka pemberantasan korupsi untuk menjemput Kolonel Suharto agar dibawa ke Jakarta pada 1959. Ia akhirnya dicopot sebagai Panglima Diponegoto dan digantikan oleh Pranoto. Kasus Suharto tersebut akhirnya dibekukan karena kebesaran hati Presiden Sukarno

    Robert Manurung

    Januari 29, 2008 at 8:25 pm

  2. ITS I DO KNOW…………..

    AKANK NANDA PRABU SILIWANGI

    Februari 5, 2008 at 2:56 pm

  3. wow … hebat ….

    Jhonie

    Februari 22, 2008 at 7:48 am

  4. knp semua g d jelaskan lebih rinci ,jelas dan detail, kalau bisa di perjelas,wassalam……….

    sam

    Februari 25, 2008 at 6:53 pm

  5. bung harto tuh bijaksana bgt dlm mepertahankan indonesia,negara kita. walaupun dia korupsi tapi dia bisa jaga indonesia dari masalah.dan gw gak suka pemerintah jaman sekarang!!! eh pemerintah!!klo low bijaksana low musti ganti rumah penduduk yang udah low gusur dan low engga boleh korupsi lagi!!!!pokoknya klo low blom ganti rumah yang low gusur dan low masih ngegusur rumah penduduk low akan tau akibatnya!!!!!!!!karma bakal berlaku buat low slama 3 hari!!!!!!!!!!!!!!!!

    stephani

    Februari 28, 2008 at 3:28 pm

  6. Saya dari dulu salut dengan pak harto, mungkin karena bapak saya seorang petani kali yaaaa…. Dulu petani hidup dengan nyaman enak dan tak banyak masalah. Tapi bukan berarti selalu dimanja oleh pemimpin pada saat itu, tapi sistim pembinaannya yang oke punya, tidak seperti sekarang. Kita dulu diberi PANCINGNYA dan dikasih tau cara menggunakannya,bukan dikasih IKAN seperti sekarang,dan bingung cara memakannya he he he…. masih banyak lagi contohnya. mi3n_lie@yahoo.com

    muslimin

    Maret 11, 2008 at 3:05 pm

  7. dulu telur 2000/kg.lengser10000/kg gmn

    sugar

    September 9, 2008 at 12:09 am

  8. sebagai pemimpin bangsa semua presiden/mantan presiden patut kita teladani yang baik2 saja yang jelek2 dibuang. semoga negara kita mjd bangsa yang besar dengan pengalaman sejarah yang timbul tenggelam. krn perang baratayudha mesti terjd dlm cerminan saat ini agar tujuan kebenaran dapat ditegakkan.semoga kita yang selalu ingat dengan Allah SWT diberikan keselamatan sampai kita tahu dan melihat kejayaan Negara Indonesia yang Gilang gemilang.

    komar

    Oktober 3, 2008 at 1:04 pm

  9. ketika kasus korupsi ini terbongkar,saking malunya dan kesal jenderal Ahmad yani sampai menempeleng suharto.
    untung lah masih dibela oleh jenderal nasution,karena itu suharto dikirim ke seskoad.
    di seskoad Jenderal DI Panjaitan menolak suharto menjadi ketua senat karena saat itu terbukti suharto adalah orang yang berkasus,hal inilah yang membuat suharto dendam terhadap jenderal DI Panjaitan
    bila dilihat maka semua korban g 30s adalah orang2 yang pernah mempermalukan suharto di karir militernya
    7 jenderal tersingkir,1 jenderal naik berkuasa

    pemimpin operasi g 30s adalah letkol untung,kolonel latief,brigjen suparjo sebagai pendukung adalah orang2 dekat suharto semua

    hanya kolonel latief yang selamat dari hukuman mati,
    letkol untung selama di dalam penjara masih percaya kalau hukuman mati untuknya tidak akan dilakukan,karena operasi g 30s didukung oleh suharto.Bahkan suharto mengirim pasukannya sebagai bantuan operasi g 30s,sayangnya letkol untung hanya sebuah pion bagi suharto,untuk melakukan KUP yang sebenarnya

    menurut pengakuan kolonel latief,ketika serangan umum satu maret,disaat kolonel latief terdesak oleh pasukan belanda,hingga tersingkir ke kuburan kuncen,yang suharto lakukan saat itu adalah sedang asik menikmati soto babat,dan tidak ikut berperang.

    hubungan suharto dengan pelaku g 30s
    suharto- letkol untung = bekas anak buah,bahkan suharto menghadiri pernikahan letkol untung

    suharto-kolonel latief = bekas anak buah

    suharto brigjen suparjo = sama2 aktif di partai murba ketika tahun 50an

    Jadi siapakah suharto ini…

    Jenderal

    Oktober 23, 2008 at 6:03 pm

  10. saya bangga dengan pak soeharto. Walaupun banyak orang yang berkata bahwa p. soeharto banyak melakukan tindak korupsi. Saya mengambil sisi baiknya. Dia amat banyak membawa nama baik indonesia ke hadapan dunia. Tidak hanya sekali bahkan berkali-kali.
    Trimakasih

    shafira

    Januari 12, 2009 at 9:45 pm

  11. soeharto is heroes for RI……I LOVE HIM…..

    djoes poerba

    Februari 23, 2009 at 10:47 pm


Tinggalkan Balasan