..:: Blog-Nyo MangOeni ::..

Ada Cerita, Ada Berita, Ada Tulisan, ada-ada aja…

PSMS Ngambek, contoh mental olahraga kita

with 4 comments

sriwijaya-vs-psms.jpg

Ngambek yang dilakukan para pemain PSMS pada perempat final Copa Indonesia leg ke 2 di Palembang, sepertinya sudah tidak asing lagi bagi kita pecinta sepak bola di tanah air. Kejadian ini sudah kerap bahkan sering terjadi di persepakbolaan Indonesia. Baru-baru ini seorang Kurnia Sandi yang notabene pemain yang sudah banyak makan asam garam di sepak bola yang juga alumnus tim primavera indonesia melakukan aksi yang tidak sportif membiarkan saja gawangnya dibobol pemain persitara melalui pinalti karena dia tidak menerima keputusan wasit dan menganggap tidak terjadi pelanggaran dan pinalti tidak seharusnya di berikan pada tim lawan. Mental ini lah yang meski diperbaiki oleh semua unsur yang ada di persepakbolaan nasional.

Kita tidak berkaca dari persepakbolaan negara lain, khususnya negara-negara eropa yang hampir setiap akhir pekan kita lihat dan kita tonton di televisi, banyak kejadian yang harusnya jadi pelajaran yang berharga buat kita. Salah satu contoh baru-baru ini terjadi di pertandingan antara Chelsea melawan Newcastle dimana gol terakhir yang membawa kemenangan Chelsea adalah murni berada pada posisi offside tetapi Nicky Butt, dkk dapat berbesar hati dan tidak secara arogan melabrak korps wasit yang berada dilapangan atau bahkan Ngambek (meniru gaya PSM:red) untuk menghentikan pertandingan tersebut, disitulah ke professionalitas-an dan kedewasan yang belum kita miliki di dalam diri para pemain sepak bola tanah air.

Saya pribadi bukannya tidak menilai kerja dari wasit yang memimpin pertandingan atau menganggap seluruh keputusan wasit benar. Tentu saja tidak, Dalam sebuah pertandingan sepak bola, pasti ada kekeliruan dan kesalahan yang dikeluarkan oleh seorang wasit saat memimpin sebuah pertandingan. Disini saya tekankan

Bagaimana kita dapat mengambil sikap yang dicontohkan para pemain Newcastle seperti pada saat pertandingan mereka melawan Chelsea tersebut, bukan dengan melakukan aksi ngambek seperti PSMS pada pertandingan melawan SFC di perempat Copa Indonesia kemarin. Sayang, sangat disayangkan sekali sebuah pertandingan yang kita harapkan bermutu dan menjadi sebuah hiburan, Malah hanya seperti sebuah DAGELAN saja.

Kalaupun kesalahan wasit itu benar adanya dan terbukti, kan masih ada cara lain dan koridornya untuk melakukan protes. Hal itu akan membuat tim yang merasa dirugikan oleh wasit akan lebih terhormat. Benar atau tidaknya keputusan wasit tersebut akan dibahas dan diproses para pengurus dan badan yang mengurusi hal-hal tersebut dan akan mengeluarkan sanksi kepada wasit tersebut apabila benar telah terjadi kesalahan pada keputusannya. Dan publikpun akhirnya akan mengetahui tim manakah yang memiliki jiwa besar dan sportifitas walaupun harus menerima kekalahan yang menyakitkan namun tetap melanjutkan pertandingan dengan sportif.

Itulah yang sangat kita impikan dimasa-masa yang akan datang, kita dimanjakan tontonan-tontonan sepak bola yang bermutu dan sportif di kompetisi yang ada negara kita sendiri. Semoga kejadian ini bisa menjadi contoh yang dapat membuat persepakbolaan nasional kita akan jadi lebih baik dan lebih dewasa.

Bravo sepak bola Indonesia.

Written by mangoeni

Januari 7, 2008 pada 4:00 pm

Ditulis dalam Sepak Bola, Sriwijaya FC

Tagged with ,

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. benar sekali nyang anda katakn dan aku sangat setuju dengan yan ganda katakan.tapi yang mereka protes itu merupaka kekeliruan,disitu tidak terjadi offside jelas dan sangat jelas. ayo kita dukung sepakbola tanah air yang kita cintai ini bravo sepakbola

    gobok

    Januari 9, 2008 at 5:12 pm

  2. Pertandingan seperti ini masih ngimpi bikin Liga Super 2008… Apa nggak semakin hancur kualitasnya nanti? PSSI keras kepala, pemain dan manajemen klubnya bodoh…

    Indonesianfootball

    Januari 11, 2008 at 5:56 am

  3. Ya, emang bener seh klo tim kita kalah kita harus berbesar hati,klo kalah2 aja inilah cerminan sepakboola indonesia bukannya semakin berkembang….
    PSSI khan orangnya korup semua buktinya udah ada yang masuk penjara masih aja dipertahanin trus diadain lagi yang namanya pemutihan kartu padahal udh dibilang pas awal2 gak ada yg namanya pemutihan kartu……itulah slh satu contoh organisasi yang plin-plan…..

    deathcaller

    Januari 12, 2008 at 1:55 am

  4. Bagaimana sepak bola bisa maju,kalo wasit nya belum becus untuk memimpin pertandingan..padahal pemain sudah bermain bagus dan habis2an,tapi krn keputusan wasit yang nota bene goblok..siapa yang ga emosi cb?
    so tetaplah goblok wasit indonesia……

    wasit bego

    Januari 18, 2008 at 2:18 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: