..:: Blog-Nyo MangOeni ::..

Ada Cerita, Ada Berita, Ada Tulisan, ada-ada aja…

Sumsel dan Sepak Bola Indonesia

leave a comment »

Sriwijaya FC menjuarai Copa Indonesia 2007, Kemenangan ini menjadi sejarah bagi persepakbolaan di Sumatera Selatan. Karena setelah sekian lama tidak ada tim sepak bola yang berasal dari sumsel, khususnya dari Palembang yang bertarung di Divisi Utama setelah masa kejayaan Kramayudha Tiga Berlian di masa GALATAMA. Baru 3 tahun terakhir ini ketika Pemerintah Provinsi Sumsel meng-take over sebuah klub yang dulu adalah Persijatim FC Solo dan berganti nama menjadi Sriwijaya Footbal Club, para penggila sepak bola di Sumsel yang telah bertahun-tahun hanya menjadi penggemar sepak bola manca negara kini memiliki sebuah klub sepak bola yang bisa dibanggakan dan berprestasi.

Sebelum adanya SFC, masyarakat di sumsel khususnya anak-anak lebih mengenal David Beckham, Ronaldo, Ronaldinho ataupun Kaka dan mereka lebih hapal diluar kepala para pemain Timnas Italia, Inggris, Brazil, Argentina ataupun Prancis daripada pemain-pemain di klub yang bertanding di kompetisi negaranya sendiri. Fenomena itu kini sedikit demi sedikit menghilang, mereka kini sudah lebih mengenal Charis Yulianto, Firmansyah ataupun Ferry Rotinsulu dan juga para punggawa Tim Nasional Indonesia berkat kehadiran Kompetisi yang kini lambat laut mulai menuju kearah Professionalitas-an.

Efek serupa juga terjadi setelah Indonesia terpilih menjadi salah satu tuan rumah pada Piala Asia 2007 kemarin. Rasa Nasionalisme yang positif mengalir di darah para supporter yang mendukung Tim Nasionalnya bertanding membela nama bangsanya di sebuah ajang Internasional. Dengan fakta ini, terbukti sepak bola dapat menjadi suatu simbol kebersamaan yang berguna untuk mempersatukan perbedaan-perbedaan berjuta-juta rakyat Indonesia yang berbeda profesi, etnis, status sosial, profesi maupun agama. Saat Eli Eboy menjebol gawang lawan, orang Palembang, Sunda, Makassar, Ambon, dan Papua berteriak Girang secara bersamaan. Bangga, Haru bercampur aduk walau harus menerima kenyataaan TimNas Indonesia harus lengser dibabak-babak awal.

Harapan saya, sebagai warga Indonesia umumnya dan warga sumsel khususnya, kemajuan yang telah kita dapat sejauh ini. Di bidang olahraga sepak bola maupun olahraga-olahraga yang lain. Dapat memberikan kedewasaan dan nilai sportivitas untuk mengharumkan kembali nama Indonesia di kancah Internasional yang telah lama kita tidak dapatkan.

Berkaca dari keberhasilan negara-negara eropa, amerika latin bahkan afrika. menjadikan sepak bola bukan hanya sebagai tontonan tetapi menjadi suatu Industri yang menghasilkan jutaan bahkan milyaran rupiah. Bahkan di Afrika saat ini, sepak bola menjadi simbol perubahan negara-negara seperti Senegal, Kamerun, Pantai Gading dan Liberia yang selama dua abad terakhir hidup dalam kemiskinan, dan dilirik sebelah mata baik dalam ekonomi maupun kebudayaan oleh bangsa lain. Kini menjadi salah satu benua dan negara yang berhasil membuat bibit-bibit unggul dan bertalenta tinggi di dunia sepak bola.

Doa dan harapan ini dapat terwujud apabila didukung oleh kedewasaan supporter yang sampai saat ini masih menjadi PR besar persepakbolaan kita. Merubah ataupun dapat menjadikan supporter yang lebih dewasa yang mengerti batasan-batasan dalam mendukung timnya. Tidak bersikap Arogan, Anarkis yang merugikan pihak lain dan memberikan efek negatif bagi masyarakat umum.

Sukses buat Sriwijaya FC, Sukses untuk Sepak Bola Indonesia.. Semoga momentum ini dapat dijadikan sebagai langkah kedepan yang lebih baik dalam kiprah persepakbolaan Indonesia di kancah Internasional. Amin.

Written by mangoeni

Januari 13, 2008 pada 9:42 pm

Ditulis dalam Sepak Bola

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: